Detail Cantuman Kembali
penilaian kriteria calon pengawak kapal selam TNI AL dengan pendekatan fuzzy multi criteria decision making (FMCDM)
Kapal selam merupakan alutsista yang bernilai sangat strategis dan politis. Pengadaan kapal selam merupakan sebuah perencanaan pembinaan kemampuan dan kekuatan personel agar dapat tetap menjaga profesionalisme TNI AL. Dengan hadirnya kapal-kapal baru termasuk kapal selam TNI AL yang dilengkapi dengan teknologi persenjataan yang modern, maka harus diimbangi dengan kualitas personel KRI yang profesional dan ahli di bidangnya. Harapannya, personel yang mengawaki kapal baru tersebut mampu menguasai teknologi serta mempertahankan fungsi asasi alat utama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa bagaimana Kriteria Penilaian calon awak Kapal Selam Republik Indonesia yang objektif dan berdasarkan kriteria-kriteria yang mampu menghasilkan awak kapal selam yang dibutuhkan. Penempatan jabatan personel yang efisien khususnya cawak kasel memerlukan analisà terhadap informasi dan identifikasi berbagai faktor yang penting mengenai data-data meliputi kesehatan, kesamaptaan, psikologi, skill dan sebagainya atau dengan kata lain dengan pendekatan multikriteria (Multicriteria Decision Making). Salah satu metode yang cukup dikenal luas adalah Fuzzy Multiple Criteria Decision Making (FMCDM) suatu metoda yang terukur, ilmiah dan sistematis yang dipergunakan untuk menganalisa dan menghilangkan kekaburan / fuzziness data-data dan kriteria yang mempunyai nilai subyektifitas tinggi. Metode FMCDM ini mampu mengakomodir dan menganalisa seluruh kriteria dan mengolahnya sehingga menjadi lebih mudah diterjemahkan dalam mendukung sistem penentuan keputusan. Hasil penelitian dengan metode FMCDM menunjukkan bahwa untuk Strata Perwira, urutan 1 adalah kriteria intelegensia dengan bobot 0,141, urutan 2 kriteria kesehatan, attitude, sikap kerja, akademik, soft skill dan knowledge dengan bobot 0,118, urutan 3 kriteria kesamaptaan jasmani dan hard skill dengan bobot 0,075. Untuk Strata Bintara, urutan 1 adalah kriteria kesehatan dan soft skill dengan bobot 0,143, urutan 2 kriteria intelegensia, akademik dan knowledge dengan bobot 0,121 , urutan 3 kriteria attitude, sikap kerja dan hard skill dengan bobot 0,077. Dan untuk Strata Tamtama, urutan prioritas 1 adalah kriteria kesehatan dan hard skill dengan bobot 0,143, urutan 2 kriteria attitude, sikap kerja, kesamaptaan jasmani dan soft skill dengan bobot 0,12, urutan 3 kriteria intelegensia, akademik dan knowledge dengan bobot 0,077.
621.15.13 Dar p
NONE
Text
Indonesia
Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah
2015
Surabaya
iii, 58 p. : ill. ; 29 cm.
LOADING LIST...
LOADING LIST...







